Memahami Prinsip Kerja MCB

Prinsip Kerja MCB

Pernah mendengar tentang Miniature Circuit Breaker (MCB)? Mungkin jika melihat fotonya, Anda akan merasa tidak asing dengannya. MCB lebih sering dikenal sebagai Miniatur Pemutus Sirkuit. Fungsinya adalah untuk melindungi rangkaian listrik jika sewaktu-waktu ada arus berlebihan. Dengan kata lain, MCB dapat secara otomatis memutus aliran listrik jika arus listrik yang melewatinya dirasa tidak wajar. Dalam keadaan normal, MCB juga berfungsi seperti saklar yang secara manual bisa disambung dan diputus. Ini sangat berguna untuk mencegah adanya korsleting listrik yang dapat memicu kebakaran.

Harga MCB Beserta Jenis-jenisnya

Miniatur Pemutus Sirkuit terbagi menjadi tiga jenis, diantaranya yaitu:

1. MCB Tipe B

MCB tipe B ini merupakan MCB yang akan melakukan trip, jika arusnya lebih kuat 3 – 5 kali dari arus maksimalnya. Biasanya MCB tipe ini digunakan untuk pemakaian standar seperti di rumah-rumah dan industri berskala kecil.

2.  MCB Tipe C

Lain halnya dengan MCB tipe C. Tipe ini akan melakukan trip apabila arusnya melebihi 5 – 10 kali dari arus maksimalnya. MCB tipe C lebih sering digunakan untuk keperluan industri berskala menengah, seperti halnya penerangan gedung dan lampu-lampu di jalan.

3.  MCB Tipe D

Tipe terakhir dari MCB ialah tipe D. Tipe ini melakukan trip jika arusnya melebihi 10 – 25 dari arus paling maksimalnya. Biasanya yang menggunakan MCB tipe ini adalah bisnis atau tempat yang mengoperasikan peralatan-peralatan listrik dengan arus dan lonjakan yang tinggi seperti mesin X-Ray dan mesin las, misalnya.

Mengenai harga MCB sendiri tidak menentu. Semakin tinggi ampere-nya, semakin tinggi pula harganya. Kisaran harganya dimulai dari 20 ribuan hingga ratusan ribu. Hal ini dipengaruhi juga oleh kualitas dan merk yang digunakan.

Prinsip Kerja MCB

Pada pemakaian sehari-hari, keberadaan Miniatur Pemutus Sirkuit (MCB) berguna sebagai saklar manual yang dapat menghubungkan atau memutus aliran listrik. Namun jika mendeteksi adanya lonjakan arus yang melebihi batas maksimumnya, MCB akan secara otomatis memutus aliran tersebut. Fungsinya mirip seperti sekring (fuse). Bedanya setelah terjadi gangguan, MCB akan melakukan trip dan kemudian dapat dinyalakan kembali secara manual. Sedangkan sekring akan terputus dan tidak akan bisa lagi digunakan.

Sebagian besar MCB yang banyak dijual di pasaran menggunakan dua macam pengoperasian. Adapun pengoperasion tersebut diantaranya, yaitu:

1. Thermal Tripping (Pemutusan Arus Listrik dengan Suhu)

Prinsip Kerja MCB

Ketika terjadi lonjakan arus listrik yang melebihi batas maksimum, arus yang melewati bimetal itu akan menyebabkan suhu dari bimetal menjadi tinggi. Hal ini memang sudah diatur demikian. Suhu tinggi tersebut akan membuat bimetal melengkung dan memutus aliran listrik MCB.

2. Magnetic Tripping (Pemutusan Arus Listrik Secara Magnetik)

Prinsip Kerja MCB

Metode Magnetic Tripping berbeda dengan Thermal Tripping. Jika terjadi lonjakan arus listrik yang melebihi batas, pemutusan aliran akan secara otomatis terjadi secara magnetik. Pada kejadian ini, medan magnet yang ada pada solenoid akan menarik Latch dan memutus aliran listrik.

Telepas dari kedua cara pengoperasian MCB tersebut, perlu diingat sebagai catatan bahwa kabel instalasi yang digunakan harus disesuaikan dengan standar maksimum arusnya (ampere). Arus maksimum dari rangkaian tidak boleh melebihi arus kabel. Kesalahan seperti inilah yang akan memicu terjadi lonjakan arus.

Tips Saat Membeli MCB

Ada beberapa tips dan saran untuk Anda apabila ingin membeli MCB, yaitu:

  • Ketahui besaran arus maksimum yang ingin diamankan
  • Beli MCB di distributor-distributor resmi, sehingga kualitas MCB yang ditawarkan akan lebih terjamin
  • Pilih merek terbaik menurut Anda

 

Dapatkan harga MCB terbaik hanya di temtera.com!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *